SEKILASRIAU.COM – Terpilihnya Sahabat Sahrizal Rahman, atau akrab disapa Ari, sebagai Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Dumai periode 2026–2027 menjadi penanda penting bagi arah gerakan mahasiswa khususnya di Kota Idaman, Selasa (13/1/2026).
Di tengah situasi sosial-politik yang kian pragmatis, PMII dituntut kembali memainkan peran historisnya sebagai penjaga nalar kritis dan nurani publik.
“Amanah ini adalah tanggung jawab kolektif. PMII Dumai harus bangkit, bukan sekadar hadir secara struktural, tetapi benar-benar hidup sebagai gerakan kader dan kontrol sosial,” ujar Ari.
Menurut Ari, tantangan terbesar organisasi mahasiswa hari ini adalah melemahnya tradisi kaderisasi dan keberanian bersuara. Karena itu, ia menegaskan bahwa pengkaderan akan menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya.
“Kami ingin memastikan kader PMII Dumai tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga matang secara ideologis dan intelektual. PMII harus melahirkan kader yang berani berpikir, berani bersikap, dan berani memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Ari menegaskan bahwa PMII Dumai akan mengambil peran aktif dalam fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Namun ia menekankan, kritik yang dibangun bukan kritik tanpa arah, melainkan kritik yang solutif dan bertanggung jawab.
“PMII bukan anti-pemerintah. Kami mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat, tetapi kami juga tidak akan diam jika ada kebijakan yang menjauh dari nilai keadilan sosial. Kritik yang kami sampaikan harus membangun, berbasis data, dan berorientasi solusi,” kata Ari.
Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari senior, alumni, hingga lintas organisasi dan sektor, untuk turut memberikan dukungan dan kerja sama demi kebangkitan PMII Dumai.
“Tanpa dukungan sahabat senior dan seluruh elemen masyarakat, PMII tidak akan bergerak jauh. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, selama tetap menjaga independensi dan marwah organisasi,” pungkasnya.
Kepemimpinan Ari diharapkan menjadi momentum kebangkitan PMII sebagai organisasi mahasiswa Islam yang konsisten menjaga nilai keislaman, keindonesiaan, serta keberpihakan kepada rakyat, sekaligus hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah dan seluruh stakeholder di Kota Dumai. (Red)












