SEKILASRIAU.COM – Musisi Melayu asal, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Romadhan Putra atau yang dikenal dengan nama panggung Madhan Perindu, kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Tanah Air.
Mengawali tahun 2026, Madhan resmi merilis single terbarunya berjudul “Adek Sayang”, ciptaan Romadhan Putra, yang diluncurkan pada 1 Januari 2026.
Lagu ini menjadi karya perdana Madhan Perindu di tahun 2026 sekaligus penanda konsistensinya dalam melestarikan musik Melayu agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Pemuda kelahiran Dumai tersebut telah menekuni dunia musik sejak duduk di kelas 2 Sekolah Dasar.
Tidak hanya bermusik, Madhan juga dikenal aktif di dunia hiburan dan akting dengan karakter yang menghibur, kocak, serta memikat penonton.
Bakat seni yang dimilikinya mengalir kuat dari keluarga, karena Madhan berasal dari keluarga musisi turun-temurun.
Dari kakek-nenek, orang tua, hingga saudara kandungnya, semuanya berkecimpung di dunia musik. Ayah dan ibunya dikenal aktif berkarya pada era 1990-an, khususnya di genre Melayu, dangdut, pop, dan orkes qasidah.
Latar belakang inilah yang membentuk karakter musikal Madhan Perindu hingga saat ini.
Perjalanan karier musik Madhan dimulai melalui perilisan lagu perdana berjudul “Dilema Putri Bungsu” atau yang juga dikenal dengan “Kisah Putri Tujuh Kota Dumai”.
Karya tersebut menjadi langkah awalnya dalam mengekspresikan seni dan identitas musik Melayu. Sejumlah lagu lain kemudian menyusul, seperti “Di Selat Panjang Kita Bertemu”, “Yatim Piatu”, dan beberapa karya lainnya yang memperkuat eksistensinya sebagai musisi Melayu daerah.
Seiring perkembangan zaman dan selera pasar musik generasi muda, Madhan Perindu melakukan eksplorasi musikal dengan menggabungkan musik Melayu dengan sentuhan dangdut modern.
Langkah ini terbukti mendapat sambutan positif. Lagu “Di Selat Panjang Kita Bertemu” yang dirilis sejak tahun lalu, serta single “Yatim Piatu” yang hadir beberapa bulan terakhir, mendapat respons baik dari para pendengar.
Bagi Madhan, bermusik bukan sekadar berkarya, tetapi juga bentuk tanggung jawab budaya.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga agar musik Melayu tidak terputus dan tenggelam, khususnya di wilayah Dumai dan Provinsi Riau.
“Takkan Melayu hilang di bumi,” menjadi prinsip yang terus ia pegang dalam setiap karyanya.
Melalui lagu “Adek Sayang”, Madhan Perindu mengajak masyarakat Melayu di mana pun berada untuk bersama-sama mendukung dan melestarikan musik Melayu.
Single terbaru “Adek Sayang” kini sudah dapat dinikmati melalui kanal YouTube Romadhan Putra, dan diharapkan mampu menjadi penguat identitas musik Melayu sekaligus jembatan bagi generasi muda untuk semakin mencintai budaya sendiri. (Red)












