SEKILASRIAU.COM – Kualitas udara di Kota Dumai, Provinsi Riau, dilaporkan mengalami penurunan akibat kabut asap yang dipicu kebakaran lahan dan hutan (karlahut).
Paparan kabut asap berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga sesak napas.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, M.K.M, saat diwawancarai Sekilas Riau melalui sambungan telepon.
“Kondisi udara di Kota Dumai mengalami penurunan, apalagi disaat malam hari. Kalau tidak terlalu penting, sebaiknya tetap di rumah. Hal ini untuk menghindari paparan langsung dari udara yang kualitasnya sedang menurun,” ujar Syaiful, Senin (23/3/2026).
Meski demikian, lanjut Syaiful, bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah karena keperluan, penggunaan masker sangat dianjurkan.
“Jika memang ada keperluan mendesak, gunakan masker saat berada di luar ruangan guna meminimalisir paparan partikel berbahaya di udara,” tambahnya.
Ajakan Pemko Dumai
Pemerintah Kota Dumai melalui Dinkes juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing, seperti memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung diri, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kondisi kabut asap.
“Kita harap dengan kerja sama semua pihak, dampak buruk kabut asap dapat diminimalisir, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun untuk membantu meredakan kabut asap,” pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Kota Dumai, Provinsi Riau, belum menunjukkan tanda-tanda mereda meski telah berlangsung sejak akhir bulan Ramadan hingga memasuki hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah.
Sejumlah titik api masih terpantau di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Medang Kampai, Dumai Timur, hingga Bukit Kapur.
Kepulan asap putih tebal terlihat membumbung tinggi dan mulai berdampak pada aktivitas serta kenyamanan masyarakat. (Red)












