Udara Dumai Tak Sehat, Data dari Dinas Lingkungan Hidup ISPU Tembus 134 Akibat Karhutla

Udara Dumai Tak Sehat, Data dari Dinas Lingkungan Hidup ISPU Tembus 134 Akibat Karhutla
Foto Kadis LH Dumai, Yuda Pratama Putra

SEKILASRIAU.COMKualitas udara di Kota Dumai, Riau, dilaporkan memburuk dan masuk kategori tidak sehat pada Rabu (25/3/2026). Kondisi ini dipicu meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik.

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai menunjukkan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai angka 134 pada pukul 07.00 WIB.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dengan rentang 101-200.

Berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS), lonjakan polutan didominasi partikel debu halus PM2.5 dan PM10.

Kedua parameter itu tercatat mencapai puncaknya pada pukul 06.00 WIB, masing-masing di angka 358 dan 396.

Kepala DLH Kota Dumai, Yuda Pratama Putra, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan kualitas udara secara real-time.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, agar mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ujar Yuda dalam keterangannya.

Ia juga meminta warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi paparan partikel berbahaya.

Selain itu, Yuda menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kondisi semakin memburuk. Ia mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Stop pembakaran hutan dan lahan. Selain berdampak pada kesehatan, itu juga melanggar hukum,” tegasnya.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, dan pemadam kebakaran masih terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik karhutla.

Upaya tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran asap agar tidak semakin pekat menyelimuti Kota Dumai. (Red)