Kapolda Riau dan Rocky Gerung Turun Langsung Pantau Karhutla di Dumai, Sempat Ikut Padamkan Api

SEKILASRIAU.COM – Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum, kembali turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai, Jumat (27/3/2026).

Dalam kunjungan kali ini, ia didampingi oleh akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung.

Kedatangan rombongan dilakukan untuk memantau secara langsung perkembangan penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah titik di Dumai.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni kawasan Perumahan Altaf, Kelurahan Tanjung Palas.

Di lokasi tersebut, Kapolda Riau dan Rocky Gerung disambut oleh masyarakat setempat. Warga tampak antusias sekaligus berharap upaya pemadaman dapat segera mengakhiri bencana asap yang melanda.

Tak hanya melakukan peninjauan, Rocky Gerung juga terlihat turun langsung membantu proses pemadaman.

Ia menyempatkan diri menyiram lahan yang masih terbakar bersama petugas di lapangan.

Kepada awak media, Kapolda Riau mengatakan pihaknya terus berupaya maksimal dalam penanganan karhutla, baik melalui pemadaman darat maupun koordinasi lintas instansi.

Dikatakan Kapolda, kehadirannya di lokasi merupakan bagian dari upaya memastikan penanganan berjalan secara nyata dan terkoordinasi.

“Hari ini saya hadir langsung di lokasi di Kecamatan Dumai Timur. Saya didampingi oleh Pak Rocky dari Tumbuh Institute yang sejak beberapa hari terakhir terus bersama kami, mulai dari Rupat, Pelalawan, hingga hari ini di Dumai,” ujar Kapolda.

Karhutla di Dumai Menurun

Dijelaskannya, kebakaran lahan di Kota Dumai ini ada penurunan yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah saat ini tinggal delapan titik yang terus kita tangani. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh unsur, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan, hingga dukungan pihak swasta,” katanya.

Ia menambahkan, kunci utama dalam penanganan karhutla adalah kerja bersama serta kemampuan respon cepat.

“Kita tidak bisa bekerja parsial. Semua harus gotong royong. Apa yang menjadi kendala di lapangan harus segera kita jembatani, baik dari sisi peralatan, dukungan water bombing, maupun langkah-langkah lain seperti modifikasi cuaca yang sudah kita komunikasikan,” tegasnya.

la mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup berat, terutama memasuki periode puncak musim kemarau pada pertengahan tahun.

“Menghadapi situasi yang lebih panjang ke depan, terutama Juni sampai Agustus, kerja kolaboratif ini harus terus kita jaga,” tambahnya.

Founder Tumbuh Institute

Sementara itu, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, menilai langkah cepat yang dilakukan aparat di lapangan menjadi titik penting dalam memutus pola berulang karhutla yang selama terjadi.

“Seratus hari ke depan ini adalah fase ujung dari El Nino, artinya akan ada panas yang ekstra. Kita tahu ini masalah yang berulang setiap tahun. Tapi saya melihat ada inisiatif yang baik ketika aparat turun lebih awal untuk memulai penanganan,” ucap Rocky.

Foto Kapolda Riau dan Rocky saat berada di lokasi Karhutla di Dumai

la menekankan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan pendekatan teknis, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

“Kita bisa lakukan water bombing, kita bisa modifikasi cuaca, teknologi bisa membantu. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hubungan dengan alam. Kalau itu tidak dijaga, masalah ini akan terus berulang,” tuturnya.

Ditegaskan Rocky, persoalan karhutla pada akhirnya adalah refleksi dari hubungan manusia dengan lingkungan.

“Alam punya hukumnya sendiri. Kita bisa padamkan api, tapi kalau relasi kita dengan alam bermasalah, maka kebakaran akan terus terjadi. Karena itu dibutuhkan keterlibatan semua pihak, dari negara, masyarakat, hingga akademisi, untuk memastikan kebakaran tidak meluas,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kedatangan Kapolda Riau bersama jajaran serta Rocky Gerung ini turut didampingi pemerintah kota Dumai, Kapolres Dumai, AKBP Angga F Herlambang serta PJU Polres Dumai.

Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus berlangsung di beberapa titik.

Data terkini, di wilayah Dumai masih terdapat 11 hotspot, dengan rincian 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai, dengan status kategori medium. Sementara total luas lahan terdampak kebakaran mencapai sekitar 87,25 hektare. (Red)