SEKILASRIAU.COM – Pergantian kepemimpinan di tubuh Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Dumai mendapat respons dari ketua sebelumnya, Agus Tera.
Ia angkat bicara terkait pernyataan Drs. Kimlan Antony dalam pidato perdananya yang diketahui usai menerima mandat DPC Grib Dumai yang menyinggung penghapusan kewajiban setoran dari anggota.
Agus Tera menegaskan, selama dirinya menjabat, tidak pernah ada kebijakan yang mewajibkan anggota memberikan setoran.
“Saya perlu meluruskan, selama saya memimpin GRIB Jaya Dumai, tidak pernah ada kewajiban setoran yang memberatkan anggota. Semua berjalan berdasarkan kebersamaan dan semangat gotong royong,” ujar Agus Tera saat dimintai keterangan, di ssalah satu kantor yang ada di Jalan Sudirman, Kota Dumai, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, kontribusi yang ada selama ini bersifat sukarela dan digunakan untuk kepentingan organisasi, termasuk kegiatan sosial masyarakat.
“Kalau pun ada partisipasi dari anggota, itu sifatnya sukarela, bukan paksaan. Dan semuanya digunakan secara transparan untuk kegiatan organisasi dan membantu masyarakat,” tegasnya.
Terkait pernyataan Kimlan yang menegaskan penghapusan setoran anggota, Agus Tera menilai hal tersebut merupakan kebijakan masing-masing.
Namun, ia mengingatkan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap kepengurusan sebelumnya.
“Saya menghormati kebijakan siapa pun pemimpin. Itu hak dalam memimpin. Tapi pernyataan yang dibuat jangan sampai menimbulkan kesan seolah-olah pemimpin sebelumnya ada praktik yang tidak baik,” katanya.
Dalam penutup sesi wawancara, ia juga menyampaikan pesan tegas agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke publik.
“Kami mengingatkan semua pihak untuk menjaga ucapan dan tidak memperkeruh situasi. Jaga kata-kata, karena setiap pernyataan memiliki konsekuensi,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Ricky yang juga diketahui merupakan anggota GRIB Jaya Kota Dumai, menegaskan bahwa selama dirinya bergabung di organisasi tersebut, tidak pernah ada kewajiban setoran kepada ketua.
Ia menyebut, keanggotaan berjalan secara sukarela dan tidak pernah dibebani pungutan dalam bentuk apa pun. “Sejauh yang saya rasakan, tidak ada aturan ataupun instruksi terkait setoran kepada ketua. Kami bergabung atas dasar kebersamaan dan tujuan organisasi, bukan untuk dibebani hal-hal seperti itu,” tungkasnya.
Ricky juga berharap agar polemik yang berkembang saat ini tidak memicu perpecahan di internal organisasi. (Red)












