SEKILASRIAU.COM – Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buffer Zone (Ampizone) menggelar aksi unjuk rasa di PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai tepatnya depan kantor Main Office Jalan Putri Tujuh, Senin (6/4/2026) pagi.
Massa yang berasal dari Kelurahan Tanjung Palas dan Jaya Mukti itu menuntut kejelasan terkait proses penetapan buffer zone di wilayah mereka.
Aksi berlangsung sekitar tiga jam dan berjalan dalam suasana tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Kehadiran hampir seratus massa tersebut juga disambut oleh management PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai.
Kepada media, perwakilan massa menyampaikan tuntutan utama mereka, yakni percepatan Penetapan Lokasi (Penlok) serta pertanggungjawaban pihak Pertamina terkait kondisi rumah dan tanah warga.
“Kami hanya menuntut kejelasan dan percepatan Penlok. Rumah dan tanah kami sudah diconteng dan dijanjikan selama tiga tahun, tapi belum ada kejelasan,” ujar Asrim Lubis, salah satu orator di hadapan massa, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak segera dipenuhi, pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kalau tidak ada realisasi, kami akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak sampai persoalan ini selesai,” tegasnya, disambut teriakan “Merdeka” dan takbir dari peserta aksi.
Perwakilan aliansi juga menyampaikan apresiasi kepada aparat TNI dan Polri yang telah mengawal jalannya demonstrasi.
“Kami juga meminta maaf kepada jajaran TNI dan Polri yang telah direpotkan, serta mengucapkan terima kasih atas pengamanannya,” katanya.
Terkait tanggapan pihak Pertamina, massa mengaku telah menerima janji untuk dilakukan pertemuan dalam waktu dekat.
“Pertamina menyampaikan akan memanggil kami untuk pertemuan dalam bulan ini,” ujarnya.
Namun demikian, mereka kembali menegaskan akan menggelar aksi lanjutan jika janji tersebut tidak direalisasikan.
Dalam pantauan di lokasi, usai menyampaikan aspirasi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.
Mereka juga tampak mengumpulkan sampah-sampah di sekitar lokasi aksi sebagai bentuk menjaga kebersihan. (Red)












