Kelompok Barter Jaya Binaan Pertamina Dumai Studi Tiru ke Sungai Pakning dan Siak

Kelompok Barter Jaya Binaan Pertamina Dumai Studi Tiru ke Sungai Pakning dan Siak
Kelompok Barter Jaya Binaan Pertamina Dumai Studi Tiru ke Sungai Pakning dan Siak

SEKILASRIAU.COMKelompok nelayan binaan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai yang tergabung dalam Kelompok Barter Jaya terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Berawal dari kelompok nelayan “ngokang”, kini mereka mampu mengelola usaha laundry ramah lingkungan dan mencatat pendapatan hingga Rp15 juta per bulan.

Untuk memperkuat kapasitas organisasi dan meningkatkan kemandirian usaha, Kilang Pertamina Dumai mengajak 10 anggota Kelompok Barter Jaya mengikuti kegiatan studi tiru ke Sungai Pakning dan Kabupaten Siak.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta belajar langsung dari kelompok masyarakat binaan yang telah berhasil mengembangkan usaha dan organisasi mereka.

Materi yang dipelajari meliputi pengelolaan kelembagaan usaha, strategi pemasaran, peningkatan pendapatan, investasi hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan studi tiru menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam mempercepat kemandirian kelompok binaan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata selain bantuan modal dan pendampingan yang selama ini diberikan secara berkelanjutan. Melalui pembelajaran langsung dari kelompok yang telah berhasil, kami berharap Kelompok Barter Jaya dapat mengelola usaha laundry secara lebih profesional, meningkatkan profitabilitas, sekaligus memperluas manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Rombongan terlebih dahulu mengunjungi Kelompok Masyarakat Peduli Bencana Desa Sukajadi dan Kelompok Sumber Rejeki di Sungai Pakning.

Kedua kelompok tersebut merupakan binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kilang Pertamina Sungai Pakning yang dinilai sukses mengembangkan usaha berbasis masyarakat.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai kepemimpinan, transformasi digital, pemasaran produk, dan pengelolaan keuangan melalui kunjungan ke Pinaloka serta Komunitas Skelas Siak.

Kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan ke Dekranasda Kabupaten Siak untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM lokal.

Menurut Muhammad Rum, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antarunit Pertamina dalam mempercepat pengembangan kelompok masyarakat binaan melalui pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kelompok Barter Jaya, Risman, mengaku kegiatan studi tiru memberikan banyak pengalaman baru bagi para anggota.

“Kami mendapatkan banyak wawasan dan motivasi untuk terus mengembangkan usaha. Melihat langsung kelompok yang sudah maju membuat kami semakin yakin bahwa usaha yang kami jalankan bisa berkembang lebih besar lagi,” katanya.

Perjalanan Kelompok Barter Jaya sendiri terbilang cukup pesat. Kelompok yang mulai mengelola usaha laundry hijau sejak 2023 itu kini telah bertransformasi menjadi Koperasi Jasa Barter Jaya Maju dan resmi berbadan hukum sejak 13 Agustus 2025.

Dari sisi ekonomi, perkembangan usaha juga menunjukkan tren positif. Jika sebelumnya kelompok mencatat pendapatan rata-rata sekitar Rp8 juta hingga Rp9 juta per bulan, pada kuartal II tahun 2026 pendapatan mereka melonjak hingga mencapai sekitar Rp15 juta per bulan.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan berkelanjutan yang dilakukan melalui program TJSL mampu mendorong lahirnya kelompok usaha masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Editor: Redaksi