Pertamina Sungai Pakning Perkuat Sinergi Cegah dan Tangani Karhutla, 17 Titik Api Dipadamkan

Pertamina Sungai Pakning Perkuat Sinergi Cegah dan Tangani Karhutla, 17 Titik Api Dipadamkan
Pertamina Sungai Pakning Perkuat Sinergi Cegah dan Tangani Karhutla, 17 Titik Api Dipadamkan

SEKILASRIAU.COM – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai Produksi Sungai Pakning memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.

Langkah tersebut dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadam, hingga keterlibatan langsung dalam pemadaman karhutla bersama pemerintah, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur terkait lainnya.

Salah satu bentuk kolaborasi dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla bersama Tim Penyuluh Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) di Kecamatan Bukit Batu pada 10 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Pertamina turut menyampaikan praktik baik pencegahan dan penanganan karhutla berbasis pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sinergi kemudian diperkuat melalui audiensi Tim Penyuluh Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI dengan manajemen Kilang Sungai Pakning pada 15 September 2026.

Pertemuan itu membahas penguatan koordinasi lintas sektor sekaligus pengecekan kesiapan sarana dan peralatan pemadam milik perusahaan.

Terjun Langsung Padamkan Karhutla di Dayun
Tak hanya melakukan pencegahan, Fire Brigade Kilang Sungai Pakning juga terlibat langsung dalam penanganan karhutla di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Pada 11-13 September 2026, tim Fire Brigade bersama unsur gabungan melakukan pemadaman di sejumlah titik api. Dalam penanganan tersebut, Pertamina juga mengajak Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Pakning untuk berkolaborasi.

Salah satu dukungan yang digunakan di lapangan yakni EXPINTABLE, inovasi portable hydrant yang membantu penyediaan dan distribusi air untuk mendukung proses pemadaman kebakaran.

Selain itu, perusahaan menyerahkan lima unit Nozzle Gambut kepada Pemerintah Kampung Dayun. Peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan penanganan kebakaran, khususnya di wilayah lahan gambut.

Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sekitar 70 personel dari berbagai unsur. Di antaranya TNI, Brimob, Manggala Agni, MPA Dayun, RAPP, Fire Brigade Kilang Sungai Pakning, Satpol PP Provinsi, Polres Siak, Polsek Dayun, serta unsur terkait lainnya.

Dalam rangkaian pemadaman tersebut, tim gabungan berhasil menangani 17 titik api. Pada hari kedua, sebanyak sembilan titik api berhasil dipadamkan, kemudian delapan titik api lainnya ditangani pada hari berikutnya.

Manager Produksi PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena setiap unsur memiliki peran yang saling melengkapi.

“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan kesiapan dan kolaborasi. Perusahaan tidak hanya menyiapkan personel dan peralatan, tetapi juga terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah dan unsur terkait,” ujar Triadi.

Menurutnya, sinergi antarpihak diperlukan agar respons terhadap karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sesuai kondisi di lapangan.

“Melalui sinergi multipihak, respons terhadap karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” sambungnya.

Pertamina menyatakan upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan karhutla, mulai dari edukasi masyarakat, peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan, hingga dukungan langsung dalam penanganan kebakaran.

Kolaborasi lintas sektor juga terus didorong untuk memperkuat kesiapan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko karhutla, terutama di wilayah sekitar operasional perusahaan dan daerah yang membutuhkan dukungan.

Editor: Redaksi