Pokmas Alam Tani Tanjung Palas Tanam 1.000 Bibit Kopi di Lahan Gambut

Pokmas Alam Tani Tanjung Palas Tanam 1.000 Bibit Kopi di Lahan Gambut
Pokmas Alam Tani Tanjung Palas Tanam 1.000 Bibit Kopi di Lahan Gambut

SEKILASRIAU.COM – Kelompok Masyarakat (Pokmas) Alam Tani di Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai, mulai mengembangkan tanaman kopi robusta di lahan gambut.

Sebanyak 1.000 bibit kopi ditanam di lahan seluas 2 hektare sebagai upaya mengubah lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi lahan produktif.

Pengembangan kopi tersebut dilakukan Pokmas Alam Tani bersama PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai melalui program Community Involvement & Development (CID) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Penanaman 1.000 bibit kopi robusta dilakukan secara bertahap sejak 14 Juli 2026. Lahan yang digunakan merupakan bagian dari total 6 hektare lahan pertanian yang selama ini digarap Pokmas Alam Tani.

Program tersebut bukan kali pertama Pokmas Alam Tani mencoba menanam kopi.

Sebelumnya, kelompok tersebut telah melakukan uji coba penanaman 100 batang kopi sejak 2022.

Local Hero Pokmas Alam Tani, Maiyudi alias Rudi, mengatakan tanaman kopi yang mereka kembangkan bahkan telah menghasilkan panen perdana pada awal 2026.

“Untuk hasil panen satu batang biasanya menghasilkan satu kilogram biji kopi, dan hasil panennya masih sebatas kami konsumsi sendiri,” ujar Rudi.

Pengembangan tanaman kopi di Tanjung Palas menjadi tantangan tersendiri. Sebab, selama ini kopi lebih dikenal sebagai tanaman yang tumbuh di dataran tinggi dengan iklim sejuk pada ketinggian sekitar 800-1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Namun, Pokmas Alam Tani melihat lahan gambut juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lahan produktif apabila dikelola dengan baik.

Rudi mengatakan pengembangan kopi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan produk kopi khas Kota Dumai.

“Penanaman biji kopi memberi peluang cukup besar di Indonesia. Apalagi di Kota Dumai belum ada petani yang menanam bibit biji kopi. Biasanya tempat yang sering menghasilkan kopi itu kan ada di Aceh dan Lampung. Maka dari itu kita mulai coba kembangkan di Kota Dumai,” katanya.

“Saya juga berharap kopi ini nantinya bisa dikenal orang sebagai kopi gambut,” sambung Rudi.

Pokmas Alam Tani diketahui telah mendapatkan pendampingan dari Pertamina Patra Niaga RU Dumai sejak 2023.

Sebelum mengembangkan kopi, kelompok tersebut telah mengembangkan berbagai tanaman hortikultura, termasuk sorgum dan sayuran.

Pendampingan yang diberikan tidak hanya berupa pengembangan komoditas pertanian. Pertamina juga memberikan dukungan sarana dan prasarana pertanian, perkebunan serta peternakan.

Akses jalan menuju lokasi pertanian juga diperbaiki untuk memudahkan kelompok membawa hasil panen dan memasarkannya ke pasar-pasar di Kota Dumai.

Selain itu, anggota kelompok mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam pengolahan hingga pemasaran hasil pertanian.

“Untuk bantuan dari Pertamina Alhamdulillah luar biasa, kami sangat terbantu. Biasanya kami ibaratnya berjalan, sekarang kami bisa berlari untuk sampai ke tujuan,” kata Rudi.

“Dari pertanian tanaman buah, penanaman sorgum, pelatihan pengolahan dan pemasaran juga diperkenalkan. Dulu kami menanam kopi sekadar uji coba, sekarang bisa bikin hamparan kopi,” sambungnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan pengembangan pertanian oleh Pokmas Alam Tani tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Menurutnya, pemanfaatan lahan gambut menjadi lahan produktif juga menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan tersebut dari ancaman Karhutla.

“Penanaman kopi ini merupakan bagian dari penguatan program untuk mendukung kemandirian serta keberlanjutan usaha kelompok ke depan,” ujar Rum.

Dia berharap pendampingan yang diberikan dapat meningkatkan kapasitas Pokmas Alam Tani. Dengan demikian, ketika tanaman kopi memasuki masa panen, hasilnya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok dan masyarakat sekitar.

“Harapannya, kopi ini juga bisa berkembang menjadi komoditas unggulan khas lahan gambut Kota Dumai yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” jelasnya.

Rum turut mengapresiasi semangat para petani yang tergabung dalam Pokmas Alam Tani dalam mengembangkan pertanian di lahan gambut.

Program tersebut, kata dia, juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tanpa kemiskinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta penanganan perubahan iklim.

Dengan penanaman 1.000 bibit kopi tersebut, Pokmas Alam Tani kini mulai membangun hamparan kopi di lahan gambut Tanjung Palas.

Pengembangan itu diharapkan menjadi salah satu alternatif usaha produktif sekaligus membuka peluang lahirnya komoditas kopi khas Kota Dumai. (Red)