Jalan Janur Kuning Ujung Ditutup, Warga Keluhkan Akses Terganggu hingga Usaha Terdampak

Jalan Janur Kuning Ujung Ditutup, Warga Keluhkan Akses Terganggu hingga Usaha Terdampak
Foto penampakan penutupan jalan di simpang Janur Kuning Ujung

SEKILASRIAU.COM – Penutupan akses di Simpang Jalan Janur Kuning Ujung, Kota Dumai, dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan masyarakat. Warga Keluhkan akses terganggu hingga pelaku usaha terdampak.

Penutupan jalan itu disebut dikabarkan berkaitan dengan adanya pekerjaan atau proyek besar di kawasan tersebut.

Seorang warga yang disapa Ahmad menilai penutupan jalan seharusnya terlebih dahulu dipersiapkan secara matang, termasuk mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Dikatakannya, apabila pekerjaan memang mengharuskan sebagian jalan ditutup, seharusnya dapat dipertimbangkan skema pengaturan lalu lintas agar kendaraan masih bisa melintas dengan aman dan tertib.

“Kalau memang ada pekerjaan, seharusnya jangan langsung ditutup. Bisa ditempatkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas sehingga masyarakat tetap bisa melintas,” ujar Ahmad, kepada Sekilas Riau, Sabtu (26/9/2026).

Ahmad menilai, penutupan tanpa pengaturan lalu lintas yang memadai justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. Apalagi sampai di lokasi warga harus putar balik.

“Yang dirugikan masyarakat. Harus memutar, waktu dan biaya bertambah. Usaha masyarakat di sekitar sini juga ikut terdampak. Coba berfikir dengan jernih, kalau sehari dua hari dapatlah dimaklumi ini sudah hampir satu bulan,” ujarnya kesal.

Ahmad berharap pihak terkait mengevaluasi kembali pola penutupan tersebut.

Dijelaskannya lagi, pembangunan tetap penting, namun akses masyarakat juga harus menjadi perhatian selama proyek berlangsung.

“Jangan sampai pembangunan berjalan, tetapi masyarakat justru kesulitan beraktivitas. Kalau memang harus ditutup, harus ada solusi dan pengaturan yang jelas,” pungkasnya.

Tak hanya Ahmad, seorang pelaku usaha di sekitaran jalan tersebut juga mengeluh terkait penutupan jalan tersebut.

“Tiba-tiba usaha sepi, ternyata konsumen keluhkan karena akses jalan ditutup,” kata seorang pengusaha tempatan yang akrab di sapa Bang As.

Bang As berharap simpang jalan tersebut tidak ditutup, seharusnya diletakkan petugas pengaturan Lalin selama protek berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai alasan penutupan di simpang jalan janur kuning ujung itu. (Red)