Rohil (sekilas riau) – Komandan Kodim 0321 Rohil Letkol Inf M Erfani SH M.Tr (Han) dan Ketua Persit Kck Cabang LXXVI Ny. Dr Yunica Erfani dikukuhkan sebagai Bapak Asuh dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Kamis (3/11/2022).
Pengukuhan yang dilaksanakan di Makodim tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Prov Riau Dra Mardalena Wati Yulia M. Si, Sub Kordinator Umum dan Humas BKKBN Prov Riau, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Pemberdaya Perempuan Perlindungan Anak Rohil Sri Rahayu, para Pasi, jajaran Persit dan berbagai unsur lainnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Riau Dra Mardalena Wati Yulia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih atas terlaksananya pengukuhan Dandim 0321 Rohil beserta Ketua Persit sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas telah dikukuhkannya Bapak KASAD, Bapak Danrem 031 Wirabima dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana koorcab Rem 031 PD I/BB sebagai Bapak dan Banuda Asuh,” katanya.
Agenda pembangunan nasional Indonesia sebutnya, sangat memberikan perhatian pada pembangunan manusia. Hal ini merupakan amanah konstitusi yang telah digariskan dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang memberikan hak setiap individu untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
Sebagaimana ditetapkan dalam RPJPN 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Suatu prasyarat yang menentukan apakah Indonesia dapat/berpeluang menikmati bonus demografi.
Ia menyebutkan, salah satu indikator pembangunan manusia yang ditetapkan dalam RPJMN 2020-2024 adalah penurunan prevalensi stunting menjadi 14% di tahun 2024 dari kondisi ditahun 2021 nasional 24 %, provinsi Riau 22,3 % dan Rokan Hilir 29,7 % (data SSGI, 2021).
Stunting terangnya, merupakan hasil dari tidak terpenuhinya status nutrisi anak sejak dalam kandungan dan di awal kehidupannya. Anak dengan stunting tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan maksimal sebagaimana anak di usia mereka. Prestasi sekolah cenderung rendah dan mereka berisiko mengalami penyakit metabolisme sehingga membatasi kontribusi optimal untuk berkarya.
Sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting memberikan amanah dan kepercayaan kepada BKKBN sebagai salah satu lembaga yang ditugaskan dalam Percepatan Penurunan Stunting.
“Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan Bunda Asuh Anak Stunting hadir untuk menyediakan platform kontribusi pemangku kepentingan untuk turut ambil bagian dalam percepatan penurunan stunting yang menyasar langsung kepada keluarga beresiko stunting dengan kelompok sasaran adalah pada catin, ibu hamil dan bayi berusia 0-23 bulan,” jelasnya.
“Terimakasih yang tak terhingga kepada Bapak Letkol Inf. M. Erfani, SH yang telah bersedia dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting dan Ibu Yunica Erfani. sebagai Bunda Asuh Anak Stunting. Kami yakin dan percaya dengan pengukuhan Bapak dan Ibu akan memberikan efek domino dan role model yang baik bagi pemangku kepentingan lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 0321 Rohil Letkol Inf Muhammad Erfani,SH,M.Tr (Han) dalam sambutannya mengatakan, persoalan stunting pada anak bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita
karena anak-anak adalah generasi
penerus dan merekalah masa depan kita.
Untuk itu katanya, guna menurunkan angka stunting pada anak, baik di daerah maupun tingkat nasional, kepala staf angkatan darat menggagas program orang tua asuh guna membantu keluarga
kurang mampu dalam pemenuhan gizi pada anak.
Dimana katanya lagi, ada dua fokus dalam program tersebut yakni asuhan prioritas yang dilakukan untuk memenuhi makanan tambahan dan sanitasi serta pemenuhan air bersih. Sedangkan untuk asuhan pendampingan, terfokus pada pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi kepada keluarga yang memiliki risiko stunting secara kelompok maupun personal.
“Dengan adanya program ini, saya selaku Dandim beserta istri sebagai bapak dan ibu asuh anak stunting berharap Rohil bisa terus menekan angka stuntinng hingga mencapai zero stunting dengan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya.
Kepada para Danramil yang berada di seluruh jajaran kodim 0321/Rohil, Dandim meminta untuk memastikan percepatan penurunan angka stunting sebagai prioritas di daerahnya, di dukung dengan sumber daya yang mencukupi dengan sinergitas bersama stakeholder dan Pemda setempat hingga ke tingkat keluarga yang dikategorikan rawan stunting.
“Kita berharap program ini dapat
terus berkesinambungan dan dilaksanakan di seluruh wilayah Rohil sebagai salah satu langkah kontribusi langsung dalam penurunan stunting di indonesia khususnya di Rohil,” pungkasnya.












