SEKILASRIAU.COM – Laporan warga terkait tumpahan minyak di perairan laut Kota Dumai langsung direspons cepat pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan turun lapangan (turlap) pada malam hari.
Informasi yang diterima menyebutkan adanya lapisan minyak mencemari area sekitar Dermaga Pelindo.
Mendapat laporan pada Rabu malam tersebut, tim DLH Dumai segera diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Saat mendapat informasi dari warga adanya tumpahan minyak di area dermaga pada malam hari, tim langsung kami turunkan untuk melakukan penelusuran,” ujar Kepala DLH Dumai, Yuda Pratama Putra.
Namun, hasil pemeriksaan di lokasi tidak menemukan tanda-tanda tumpahan minyak seperti yang dilaporkan.
“Tim sudah menyisir area dermaga malam itu, tetapi kami tidak menemukan adanya tumpahan minyak seperti foto yang diberikan,” jelasnya.
Tak berhenti di satu titik, DLH juga memperluas penelusuran ke sejumlah dermaga lain, termasuk kawasan Patra Dock, guna memastikan sumber dugaan pencemaran.
“Tim turut menelusuri beberapa dermaga lain untuk mencari kemungkinan hulu tumpahan,” tambah Yuda.
Meski belum ditemukan bukti fisik, DLH tetap menindaklanjuti laporan warga dan melakukan pemantauan lanjutan guna mengantisipasi potensi pencemaran lingkungan laut.
DLH juga mengimbau seluruh perusahaan di sekitar wilayah perairan Dumai agar kooperatif dan proaktif demi mencegah insiden pencemaran lingkungan ini.
“Kami berharap semua pihak, terutama perusahaan, bisa bekerja sama menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Tumpahan Minyak di Laut Dumai
Sebelumnya telah diberitakan, Perairan laut Kota Dumai kembali tercemar. Lapisan minyak terlihat mengapung dan menutupi permukaan air laut.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 4 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan video yang beredar, kondisi air laut tampak keruh kehitaman disertai bau menyengat yang identik dengan aroma minyak.
Cairan tersebut terlihat menyebar bebas tanpa adanya pembatas atau penanganan di lokasi.
Dari informasi yang dihimpun awak media, tumpahan dalam jumlah cukup banyak itu diduga merupakan minyak selat. Namun, sebagian warga juga menyebutnya sebagai minyak kotor atau yang dikenal dengan istilah “miko”.
Hingga saat ini, sumber pasti tumpahan minyak tersebut belum diketahui.
Sementara itu, Branch Manager Pelindo Multi Terminal Dumai, Teddi Fadillah, saat dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp terkait kejadian tersebut, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (Red)












