Founder, Ceo, Leader dan Exchanger Dilaporkan Zainur Dugaan Penipuan Robot Tranding Net89

Founder, Ceo, Leader dan Exchanger Dilaporkan Zainur Arifin Dugaan Penipuan Robot Trending Net89

SEKILASRIAU.COM – Kuasa hukum Korban robot tranding Net89, Muhammad Zainul Arifin melaporkan 134 orang dugaan penipuan robot tranding.

134 orang dilaporkan, 5 diantaranya adalah publik figur.

Dalam pengakuannya terdapat 230 orang yang menjadi korban dugaan penipuan robot tranding tersebut.

Para pelaku telah melakukan penipuan senilai kurang lebih Rp28 Miliar.

“Dari proses ini ada 134 para pelaku yang diduga melakukan tindak pidana ini, lima orang yang diduga publik figur, kemudian ada tujuh orang foundernya, ada lima orang CEO-nya, ada 37 orang terkait leadernya, 51 orang terkait dengan exchanger, jadi total ada 134 orang,” ujar Zainul kepada wartawan, Rabu 26 Oktober 2022.

Zainul pun menambahkan para pelaku yang dilaporkan ada lima orang merupakan publik figur, di antaranya YouTuber, Atta Halilintar, Taqy Malik, Kevin Aprilio, Adri Prakarsa dan Motivator, Mario Teguh.

“Kalau Atta Halilintar diduga lelang bandana ya Rp2,2 miliar dari foundernya Net89, Reza Paten. Kemudian Taqy Maliq dia menerima dari lelang sepeda Brompton Rp700 juta diduga TPPU Pasal 5,” jelasnya.

Sebelum itu Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim polri, Candra Kusuma Kumara mengatakan Kevin Aprilio dan Atta Halilintar sudah dimintai keterangan.

“Sudah diperiksa yang bersangkutan minggu lalu. Baru Kevin Aprilio dan Atta Halilintar yang sudah kita mintai keterangan,” ujar Candra Sukma Kumara selaku Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes, pada 7 November 2022, dikutip dari viva.co.id.

Selain itu, Candra Sukma Kumara mengatakan belum ada uang yang dikembalikan dari Atta Halilintar dan Kevin Aprilio dengan kasus penipuan robot tranding Net89 tersebut.

Namun, dari hasil pemeriksaan, Atta Halilintar sudah memperoleh uang lelang barang yang memang dibelinya dari Reza Shahrani alias Reza Paten.

Sementara Kevin Aprilio pun mengaku turut menjadi korban dalam penipuan dari investasi robot tranding tersebut.

“Sementara belum (ada uang yang diserahkan),” jelasnya.

Editor: Do