SEKILASRIAU.COM – Kadis Lingkungan Hidup Dumai, Yuda Pratama Putra, S.STP, respon cepat menanggapi informasi cairan berwarna hijau diduga zat kimia yang mengambang di permukaan laut.
“Kita akan turunkan tim untuk melihat cairan tersebut,” ujar Yuda, saat dikonfirmasi Sekilas Riau, Rabu (28/1/2026).
Apabila cairan tersebut masih ada di lokasi, lanjut Yuda, DLH Dumai, akan mengambil sampel untuk penelusuran.
“Kita belum tau cairan apa di dalam foto dan video. Apabila tim turun nanti masih menemukan, DLH Dumai akan ambil sampelnya dan akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui cairan apa yang mengambang di permukaan laut itu,” kata Yuda.
Tak hanya itu, berdasarkan informasi mengenai cairan itu, DLH juga akan menelusuri dari mana sumbernya.
Yuda juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan di sekitar kawasan pelabuhan agar kooperatif dan transparan apabila mengetahui adanya sumber tumpahan.
“Kami minta semua pihak terbuka. Jangan sampai ada yang menutup-nutupi, karena ini menyangkut soal lingkungan,” pungkasnya.
Cairan Hijau Diduga Zat Kimia
Sebelumnya telah diberitakan, cairan berwarna hijau diduga zat kimia menghiasi permukaan laut Dumai tepatnya di area pelabuhan PT Meridan Sejatisurya Plantation, pada Selasa (27/1/2026) sore, saat kondisi air tengah pasang.
Penampakan video cairan mengambang tersebut sontak membuat warga heboh.
Warga menduga cairan tersebut adalah sebuah zat kimia dan sangat berbahaya.
“Cairan kimia, bahaya ini,” kata Zulkarnain, saat menyaksikan video yabg ditunjukkan Sekilas Riau kepadanya, Rabu (28/1).
Salah satu manajemen PT Meridan Sejatisurya Plantation, Thomas Tan, saat dikonfirmasi Sekilas Riau, membantah cairan tersebut berasal dari aktivitas perusahaannya.
Ia membenarkan adanya cairan melintasi area dermaga, namun tidak mengetahui sumber pastinya.
“Itu kemarin nggak tahu dari mana,” ujarnya, Rabu (28/1).
“Ada di sekitaran kita. Tapi bukan dari kita,” sambungnya.
Dugaan Mengarah ke Perusahaan Lain
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sekilas Riau, cairan berwarna hijau tersebut sempat diduga berasal dari PT Agro Murni.
Dugaan ini muncul dari keterangan seorang pelaut yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Infonya dari PT Agro, soalnya kapal itu melintas dari sana,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Namun, saat dikonfirmasi terkait dugaan tumpahan zat yang diduga bahan kimia di laut pada Selasa (27/1/2026) sore, pihak PT Agro Murni membantah.
“Ini kami tidak tahu lokasinya di mana, mungkin salah tempat,” kata Rambe.
Ketika disebutkan bahwa cairan tersebut terlihat di area dermaga Bangsal Aceh, Kota Dumai, Rambe menegaskan bahwa jarak lokasi perusahaan mereka cukup jauh dari titik temuan.
“Jauh, kami paling ujung,” ucapnya.
Dimintai tanggapan dugaan cairan berasal dari PT Agro Murni, ia menyatakan itu (Cairan hijau_Red) bukan dari perusahaannya.
“Sudah kami sampaikan, pabrik kami itu sangat jauh sekali,. Jadi tanggapan apa lagi yang bisa kami sampaikan kalau itu bukan di pabrik kami,” pungkasnya.
Hingga kini, asal-usul cairan hijau tersebut masih belum diketahui secara pasti asal usulnya. (Red)












