SEKILASRIAU.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kota Dumai saat dalam bulan Ramadan hingga lebaran ke dua belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Sejumlah titik kebakaran di Kecamatan Medang Kampai, Dumai Timur hingga Bukit Kapur masih terpantau. Asap tebal berwarna putih masih kelihatan jelas membumbung tinggi.
Di tengah kondisi tersebut, status siaga di kota Idaman itu juga belum ditetapkan, meski dampak kabut asap sudah mulai dirasakan masyarakat.
Rio, salah satu warga Dumai berharap bantuan datang untuk dapat menangani Karlahut yang tak kunjung usai ini. Salah satunya melalui pertolongan teknik pemadaman dengan menjatuhkan air dari udara menggunakan helikopter atau pesawat khusus (Water Bombing).
“Dampak kebakaran lahan sudah kami rasakan baik asap maupun sisa bakar yang masuk ke rumah. Tolonglah pemerintah untuk dapat serius menangani Karlahut ini. “Kami pun tak tenang merayakan lebaran, selain asap takut juga api menjalar ke rumah akibat sisa bakar yang terbawa angin,” ujar Rio, kepada awak media.
Apabila, lanjut Rio, bantuan water bombing daerah harus ditetapkan siaga, kita minta Pemko Dumai segera menaikkannya.
Ajakan Salat Istiqo Beredar
Di tengah bencana Karlahut di Kota Dumai ini beredar ajakan salat minta turunkan hujan (Istiqo).
Ajakan salat istiqo itu beredar di WhatsApp group baru-baru ini yang akan digelar di Lapangan Apel Polsek Dumai Timur, Jalan Utama Karya, Bukit Batrem.

Berdasarkan informasi yang beredar, kegiatan tersebut diinisiasi oleh Polsek Dumai Timur dan akan dilaksanakan pada Senin, 23 Maret 2026, pukul 08.00 WIB.
“Kita apresiasi pihak kepolisian untuk menggelar salat istiqo ini. Hal tersebut sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah situasi yang kian memprihatinkan,” ucap Rio. (Red)












