SEKILASRIAU.COM – Kualitas udara di Kota Dumai berdasarkan pada laman The Weather Channel berada di angka 221 atau masuk kategori Sangat Tidak Sehat, Rabu (07/10/2026) pagi.
Berdasarkan lama tersebut, polutan utama terpantau PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 165,22 µg/m³.
Laman itu juga menerangkan peringatan kesehatan untuk kondisi darurat. Bahkan, keseluruhan populasi disebut berpotensi terkena dampak dari kondisi udara tersebut.
Meski kondisi udara sudah mengkhawatirkan, aktivitas masyarakat di Kota Dumai tetap berlangsung. Termasuk anak-anak yang tetap pergi ke sekolah.
Keluh Warga
Keluhan warga terkait kondisi kabut asap juga ramai disampaikan melalui status serta grup WhatsApp hingga unggahan di media sosial.
Salah satu hal yang banyak disorot adalah aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan.
Salah satu warga Dumai meminta Pemerintah melalui Dinas Pendidikan segera mengambil kebijakan dalam mempertimbangkan langkah yang dianggap perlu untuk melindungi kesehatan anak-anak apabila kondisi kualitas udara terus memburuk.
“Kalau kualitas udara memang sudah sangat tidak sehat, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi perhatian khusus . Jangan sampai mereka tetap belajar seperti biasa sementara kondisi udara seperti ini,” keluh salah seorang ibu bernama, Agustia kepada awak media.
Alasan Anak Sekolah Belum Diliburkan
Agustia juga menyoroti rumor belum dilburkan anak-anak sekolah dengan kondisi udara memburuk seperti ini adalah soal Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Isu anak sekolah gak diliburkan informasinya karena MBG,” cetus Agustia, saat ditanya alasan yang ia tau kenapa anak sekolah belum diliburkan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, proses belajar mengajar akan dihentikan paka oukul 09.00 pagi. Selanjutnya dilakukan daring.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Dumai, Mukhlis Suzantri, S.Hut.T., M.T membenarkan proses belajar mengajar di sekolah belum diumumkan lantaran soal MBG.
“Sekolah yang tidak nerima MBG langsung di liburkan, kemudian yang nerima MBG selesai makan langsung dipulangkan dan Belajar PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh),” ujar Mukhlis.
Mukhlis juga menerangkan untuk besok proses belajar mengajar di sekolah digantikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh.
“Suratnya ntar lagi diterbitkan. Sedang proses,” katanya.
Terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu pertimbangan dalam proses peliburan kegiatan belajar mengajar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai itu menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kanwil yang menangani program MBG.
Dalam komunikasi tersebut, disampaikan bahwa apabila sekolah akan diliburkan, pemberitahuan perlu disampaikan paling lambat sebelum pukul 12.00 WIB pada hari sebelumnya. (Red)












