SEKILASRIAU.COM – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai kembali meraih penghargaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kali ini, Kilang Dumai memboyong empat penghargaan dengan predikat Bintang 5 dalam ajang International Safety Excellence Award (ISEA) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian 3rd OSH Asia Summit 2026 yang digelar di Prama Sanur Beach Hotel, Bali, Jumat (21/8/2026).
Empat penghargaan yang diraih Pertamina Patra Niaga RU Dumai yakni The Best Safety Culture and Human Performance Award, The Best Predictive Safety System Excellence Award, dan The Best Climate Risk & Worker Protection Award.
Satu penghargaan lainnya, The Best Leadership on OSH Culture, diberikan kepada Senior Manager Operating Manufacturing (SMOM) PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Isnandhi Dwi Saputra.
Seluruh penghargaan tersebut diterima langsung oleh Manager HSSE PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Syahrial Okzani.
Syahrial mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang proaktif, adaptif, dan berkelanjutan.
“Rangkaian penghargaan yang diraih dalam ISEA 2026 ini menjadi bentuk pengakuan dan wujud apresiasi atas konsistensi RU Dumai dalam mengembangkan budaya keselamatan yang proaktif, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Syahrial.
Dia mengatakan penerapan keselamatan kerja di lingkungan kilang terus dikembangkan, tidak hanya untuk memenuhi aspek regulasi, tetapi juga melalui berbagai inovasi dalam menghadapi tantangan operasional.
Menurut Syahrial, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama manajemen, pekerja, mitra kerja, hingga kontraktor Pertamina Patra Niaga RU Dumai dan Kilang Sungai Pakning.
“Ini semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk terus mendorong Safety Excellence melalui penguatan budaya keselamatan, peningkatan human performance, pemanfaatan pendekatan prediktif dalam pengelolaan risiko, serta perlindungan pekerja dalam menghadapi tantangan operasional dan perubahan iklim,” katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan Pertamina Patra Niaga RU Dumai dalam memperkuat sistem keselamatan adalah melalui transformasi digital.
Perusahaan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui AI-CCTV RUVISION.
Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung pengawasan aspek keselamatan di lingkungan kilang secara real-time.
AI-CCTV RUVISION dilengkapi fitur Human Detection yang dapat membantu menganalisis aktivitas pekerja, mendeteksi potensi bahaya maupun pelanggaran aspek keselamatan.
Teknologi tersebut juga dapat memantau penggunaan alat pelindung diri (APD), sehingga potensi risiko keselamatan dapat diketahui dan dicegah lebih dini.
Selain itu, Pertamina RU Dumai mengembangkan inovasi digital HSSE SIAP. Sistem ini menyediakan APD berbasis RFID melalui vending machine.
Dengan sistem tersebut, pekerja dapat memperoleh APD dengan lebih cepat sekaligus membuat proses pengambilan dan penggunaan APD terdokumentasi secara digital.
Penghargaan untuk Pemimpin K3
Sementara itu, penghargaan The Best Leadership on OSH Culture yang diberikan kepada Isnandhi Dwi Saputra merupakan apresiasi atas perannya dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional kilang.
Kepemimpinan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan K3 secara konsisten di seluruh lini operasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan penghargaan ISEA 2026 menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan penerapan keselamatan kerja.
Menurutnya, aspek keselamatan merupakan fondasi penting untuk mendukung operasional kilang yang andal, aman, efisien, dan berkelanjutan.
“Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai terus berkomitmen menempatkan keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas operasional dan itu tidak bisa ditawar,” ujar Rum.
“Maka dari itu, kami terus mengoptimalkannya melalui berbagai upaya inisiatif dan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi guna mendukung pengelolaan HSSE semakin efektif,” sambungnya.
ISEA 2026 sendiri mengusung tema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era”.
Ajang tersebut menjadi wadah apresiasi bagi organisasi dan perusahaan dalam penerapan keselamatan kerja, termasuk kepemimpinan K3, budaya keselamatan, inovasi, serta transformasi digital yang berkelanjutan. (Red)












