SEKILASRIAU.COM – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai kembali mencatatkan capaian di bidang pengelolaan lingkungan.
Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Hijau periode 2024-2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja perusahaan yang dinilai tidak hanya memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan, tetapi juga menjalankan berbagai program yang melampaui standar kepatuhan atau beyond compliance.
Sertifikat PROPER Hijau secara resmi diterima Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam acara penyerahan penghargaan PROPER periode 2024-2025 yang digelar di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto kepada Manager HSSE RU Dumai Syahrial Okzani.
Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Iwan Kurniawan, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh insan perusahaan dalam menjalankan operasional yang aman, andal, efisien serta memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“Raihan PROPER Hijau untuk Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan operasi yang aman, andal, dan efisien untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Iwan.
Menurutnya, perusahaan juga berupaya memastikan setiap kegiatan operasional dikelola secara bertanggung jawab untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Iwan mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dengan masyarakat, mitra binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta para pemangku kepentingan di wilayah operasional perusahaan, baik di Kota Dumai maupun wilayah Sungai Pakning dan Kabupaten Bengkalis.
“Di saat yang sama, kami memastikan setiap kegiatan operasional dikelola secara bertanggung jawab untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui inovasi dan kegiatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Program Lingkungan Pertamina
Pada PROPER periode 2024-2025, Kilang Dumai menginisiasi program TJSL bertajuk Serumpun Paman Bahri Green Solution for Coastal Community.
Program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan sosial-ekologi pada dua ekosistem di Kota Dumai, yakni lahan gambut di Kelurahan Tanjung Palas dan kawasan pesisir di Kelurahan Mundam.
Sementara itu, Kilang Sungai Pakning menginisiasi program Semerbak Kebaikan Koloni Gambut Berdikari.
Program ini diarahkan untuk mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Salah satu fokusnya adalah mendorong perubahan pola perilaku masyarakat dalam aktivitas perburuan dan pemanenan madu hutan yang selama ini memiliki risiko tinggi.
Selain program tersebut, Pertamina menyebut berbagai upaya pengelolaan lingkungan terus dilakukan, mulai dari efisiensi energi dan air, penurunan emisi, pengurangan serta pemanfaatan limbah B3 dan non-B3, pengendalian pencemaran, konservasi sumber daya alam hingga pemberdayaan masyarakat.
Iwan mengatakan PROPER bagi Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi telah menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
“Berbagai program pengelolaan lingkungan terus kami kembangkan,” katanya.
Capaian PROPER Hijau tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui prinsip continuous improvement, Pertamina Patra Niaga RU Dumai menyatakan akan terus mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja lingkungan untuk mendukung operasional berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di Riau maupun Indonesia. (Red)












