SEKILASRIAU.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai menggeruduk sejumlah tempat penginapan, kos-kosan, wisma hingga hotel, Minggu (8/2/2026) pagi.
Kegiatan ini dalam rangka upaya menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Dumai dengan tujuan menertibkan tempat usaha penginapan guna mencegah praktik asusila.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 26 orang terjaring dan langsung diamankan ke kantor Satpol PP.
Operasi dipimpin Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Ghazali, S.IP, didampingi Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman (Tibum) Ganda Prawiranata, S.STP., M.Si Kasi penyidik, Darmansyah S, Sos M.I.P dan bersama personel Satpol PP.
Usai apel, petugas bergerak menuju Wisma Cemara di Jalan Janur Kuning, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur.
Turut didampingi pihak keluarahan Jaya Mukti, di lokasi tersebut, petugas mengamankan 8 orang, terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan.
Mereka diamankan karena tidak dapat menunjukkan identitas diri serta diduga bukan pasangan suami istri.
Razia kemudian dilanjutkan ke sejumlah rumah kos di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan. Namun, di lokasi tersebut petugas tidak menemukan adanya pelanggaran.
Petugas selanjutnya menyasar Kristal Hotel di Jalan Tegalega. Dari tempat ini, 18 orang terdiri dari 10 laki dan 8 perempuan diamankan dengan dugaan pelanggaran serupa.
Total keseluruhan yang terjaring dalam operasi yang dilakukan Satpol PP Dumai ini mencapai 26 orang.
Seluruhnya dibawa menggunakan kendaraan operasional menuju kantor Satpol PP di Jalan HR Soebrantas untuk menjalani pendataan, pemeriksaan, serta pembinaan.
Kepada media Kabid PPUD Satpol PP Dumai, Ghazali, mengatakan selain menciptakan ketertiban dan kenyamanan, kegiatan ini juga bentuk tindak lanjut dari laporan masyarakat.
“Semua yang terjaring, kami lakukan pendataan dan dilakukan pemanggilan orang tua/wali serta membuat surat pernyataan,” kata Ghazali.
Sementara itu, Ganda Prawiranata, selaku Kabid Tibum Satpol PP Dumai mengimbau pengelola penginapan baik itu kosan maupun hotel lebih selektif dalam menerima tamu serta mematuhi peraturan yang berlaku.
“Razia serupa disebut akan terus kami dilakukan secara berkala,” pungkasnya. (Red)












