Rohil (sekilas Riau) – Tim Penyuluh Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Kepenghuluan Teluk Pulau Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.59 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam mencegah serta menangani potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Rimba Melintang.
Tim Penyuluh Mabes TNI dipimpin Brigjen TNI Mar Benny Putra, bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla.), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Rimba Melintang Sukirman, S.Ag., Danramil 0321-05/Rimba Melintang Kapten Inf Sudarwanto, perwakilan Polsek Rimba Melintang, para Penghulu/Lurah serta Datuk dan Datin Penghulu se-Kecamatan Rimba Melintang. Sebanyak 55 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, pengusaha, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Wakil Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI, Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kepenghuluan, pihak perusahaan hingga masyarakat.
Menurutnya, kegiatan pengecekan dan pemantauan Karhutla secara langsung di lapangan merupakan bagian dari upaya mengetahui kondisi dan perkembangan situasi secara nyata. Kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Kita harus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam menghadapi potensi Karhutla. Pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.
Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun kebakaran lahan.
Sementara itu, Camat Rimba Melintang Sukirman menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam penanganan Karhutla, antara lain jarak tempuh menuju lokasi kebakaran yang cukup jauh, kondisi akses jalan yang sulit, serta kendala dalam berkoordinasi dengan pemilik lahan yang sebagian berada di luar kota.
“Sinergi dan koordinasi seluruh unsur sangat diperlukan dalam mencegah maupun menangani Karhutla di Kecamatan Rimba Melintang,” kata Sukirman.
Ia menegaskan Pemerintah Kecamatan Rimba Melintang akan terus mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Materi penyuluhan kemudian disampaikan Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr. (Hanla). Ia menjelaskan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, kerugian ekonomi hingga terganggunya aktivitas masyarakat.
Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Apabila ditemukan indikasi kebakaran, segera lakukan pelaporan dan penanganan secara cepat agar api tidak meluas,” tegasnya.
Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr. (Hanla) juga mendorong unsur kecamatan, pemerintah kepenghuluan, TNI dan Polri untuk terus meningkatkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla.
Kegiatan penyuluhan diisi dengan pemaparan materi, sesi tanya jawab dan diskusi bersama peserta. Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.50 WIB dalam keadaan aman dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman, kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla semakin meningkat. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kepenghuluan, perusahaan dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat, khususnya dalam deteksi dini, pencegahan dan penanganan Karhutla.
Pihak perusahaan yang memiliki lahan rawan Karhutla juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana pemadaman serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Usai kegiatan, Tim Penyuluh Mabes TNI melanjutkan perjalanan kembali menuju Bagansiapiapi.












