Rohil (sekilas Riau) – Keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat desa.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan penyuluhan dan pencegahan karhutla yang dilaksanakan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di Kantor Camat Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (1/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut,
Bhabinkamtibmas Aipda Syahrudin meminta perhatian dan dukungan para pemangku kepentingan terhadap anggota MPA, khususnya dalam aspek perlindungan dan jaminan sosial.
Ia mengusulkan agar personel MPA mendapatkan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut dinilai penting mengingat anggota MPA turut melaksanakan tugas di lapangan yang memiliki risiko dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.
Selain perlindungan personel, dukungan terhadap MPA juga diperlukan dalam bentuk sarana dan prasarana pemadaman. Terlebih, kondisi lahan di wilayah tersebut merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus sehingga penanganan kebakaran membutuhkan sumber daya lebih besar.
Wadanramil 032/Rohil Kapten Cba. (K) Karnilawati menekankan pentingnya peningkatan sinergi antara pemerintah desa, TNI-Polri, MPA dan masyarakat.
Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan menyampaikan data dan informasi yang valid, akurat, lengkap serta dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung proses pemetaan dan analisis situasi karhutla.
Sementara itu, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. TNI dan Polri melalui Babinsa serta Bhabinkamtibmas diharapkan terus aktif melakukan patroli dan pemantauan wilayah rawan.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai kendala di lapangan. Camat Bangko Aspri Mulia, S.STP., M.Si menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran, peralatan pemadam serta jarak menuju lokasi menjadi sejumlah hambatan dalam penanganan karhutla.
Wakil Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kolonel Lek Aris Setianta menyebutkan bahwa berbagai keterbatasan yang ditemukan di lapangan akan menjadi bagian dari laporan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Kegiatan diikuti unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, BPBD, MPA serta masyarakat. Rangkaian kegiatan berakhir pukul 11.55 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
Penguatan MPA, jaminan perlindungan bagi personel, dukungan sarana pemadaman serta sinergi seluruh unsur diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.












