SEKILASRIAU.COM – Turnamen Mini Soccer Adifa Piala Bupati Rokan Hilir U-14 sudah selesai digelar. Namun menyisakan sedikit polemik karena ketidakpuasan atas penyelenggaraan turnamen ini.
Muhammad Yusuf, Presiden Teduh FC Dumai yang mengikuti event ini merasa sangat kecewa.
Dirinya menyebut panitia tak konsisten dan tak profesional. Panitia menyelenggarakan turnamen dengan buruk.
“Ini turnamen yang terburuk yang pernah saya ikuti, harusnya panitia malu dengan tajuk piala Bupati Rohil,” ketus Yusuf kepada awak media, Selasa (8/8).
Yusuf mengatakan banyak hal-hal yang telah disepakati antara panitia dan peserta justru dilanggar sendiri oleh Panitia. Seperti waktu pertandingan yang bisa molor hingga 2 jam.
Hari pertandingan yang seharusnya digelar Sabtu dan Minggu malah bersambung ke hari Senin dengan alasan agar Bupati bisa menghadiri penutupan.
“Tapi kenyataan bagaimana? Tetap juga pak Bupati gak hadir. Terus terang kalian buat aturan tapi tak kalian terapkan. Kami sangat dirugikan. Panitia tolong dipertangungjawabkan,” ujar Yusuf kecewa.
Tak hanya itu waktu pertandingan yang disepakati 2 X 20 menit malah jadi 2 X 10 menit dipangkas seenaknya.
Lebih parahnya lagi dalam pertandingan yang dijalani Teduh FC di 8 besar. Pemain yang sudah keluar malah boleh masuk lagi dan malah mencetak gol ke gawang lawan.
“Ini aneh, dari TM sudah disepakati pemain yang keluar tak boleh masuk lagi. Tapi panita saat kami protes malah memperbolehkan, tak masuk akal langsung,” ujar Yusuf yang juga menyampaikan banyak peserta lain yang kecewa dan mempertanyakan ketegasan panitia di grup WA.
Yusuf mengatakan hal ini harus diketahui oleh Bupati Rohil. Sebagai warga Dumai yang juga berasal dari Rohil, Yusuf sangat kecewa dengan penyelenggaraan turnamen seperti itu, yang tentunya juga membuat malu Bupati.
Ini Kata Pelaksana
Menanggapi hal ini, selaku Pelaksana Turnamen Mini Soccer Adifa Piala Bupati Rohil U-14, Indra juga mengaku kecewa atas pernyataan Presiden Teduh FC Dumai.
Perlu diketahui, Kata Indra bahwa turnamen ini kita khususkan untuk se-Rohil dan tidak ada yang dari luar, namun karena cerita soal kawan berikanlah prioritas.
“Turnamen ini Pak bukan Open, jadi sebenarnya untuk se-Rohil saja, lantaran kawan meminta tolong ingin ikut, kita berilah kesempatan, bahkan kita jadikan sebagai tim tamu, semua fasilitas walaupun kurang memadai kami sudah siapkan untuk mereka,” kata Indra, kepada media ini, Selasa (8/8).
Terkait soal waktu, lanjut Indra semua manager club mengetahui bahwa kondisi alam yang tidak bersahabat, saat itu turun hujan, dalam hal ini panitia memikirkan kesehatan pemain yang dinilai masih anak-anak walaupun panitia sudah menyiapkan tim medis.
“Ini kondisi alam yang tidak bersahabat, HUJAN LEBAT, takut anak-anak yang main terjadi apa-apa dengan kesehatan nya, jadi sebelum kita merubah waktu panitia kan sudah mengkondisikan supaya turnamen ini berjalan lancar tanpa merugikan yang lain,” ungkap Indra.
Dan perlu diketahui juga, tambah Indra, Turnamen ini selain menyiapkan tim medis, panitia juga bekerjasama dengan Polsek setempat untuk pengamanan.
Ditanyakan terkait aturan Technical Meeting (TM), menurut Indra Presiden Teduh FC Dumai ini tidak mengikutinya. Mekanisme pertandingan dilapangan semua telah di atur oleh wasit.
“Bicara soal TM, setau saya beliau aja tidak ikut, semua keputusan saat pertandingan ada di tangan wasit,” jelas Indra.
Indra juga mengaku kecewa dengan pernyataan diluar, Ia berharap sebagai kawan dan punya jiwa olahraga jangan terlalu berlebihan, mari bersama junjung sportifitas dalam olahraga.
“Jangan berlebihan lah kawan, kita juga akan bertemu lagi, ayo kita junjung sportifitas olahraga untuk kemajuan yang akan datang,” tutupnya.
Sebelumnya diketahui, Turnamen Mini Soccer U-14 ini diselenggarakan oleh Adifa foundation dengan memperebutkan Piala Bupati CUP Kabupaten Rokan Hilir tahun 2023 yang dibuka secara resmi oleh Wabup Rohil H Sulaiman. *