Rohil (sekilas Riau) – Tim Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Kubu dan Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.45 WIB tersebut berlangsung di Kantor Camat Kubu Babussalam dan diikuti 44 orang peserta audiens, terdiri atas Pemcam sebanyak 15 orang, Danramil beserta jajaran 7 orang, Polsek beserta jajaran 6 orang, Masyarakat Peduli Api (MPA) 6 orang, serta masyarakat 10 orang dari Kecamatan Kubu dan Kecamatan Kubu Babussalam.
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, S.E., M.A., bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Turut hadir Camat Kubu Dr. H. Safrijal, Camat Kubu Babussalam Ahmad Marjan, S.STP., Danramil 04/Kubu Kapten Inf. Ujang Z., Kapolsek Kubu AKP Rudi Aryono Sitinjau, S.H.,
Dalam sambutannya, Camat Kubu Babussalam Ahmad Marjan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Penyuluhan Mabes TNI beserta jajaran TNI-Polri dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Menurutnya, Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas perekonomian, pendidikan, serta kualitas udara.
Ia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, MPA, dan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto dalam penyuluhannya menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla merupakan bagian dari tugas pokok TNI melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat akibat bencana.
Kolonel Mar. M. Asrof menyampaikan bahwa Karhutla dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi lahan yang kering, perubahan cuaca dan lingkungan, serta aktivitas manusia. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Alam harus dijaga dan dilestarikan sehingga dapat memberikan perlindungan dan manfaat bagi kehidupan masyarakat,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan.
Selain itu, disampaikan pula berbagai upaya pemerintah dalam penanggulangan Karhutla, termasuk pemetaan wilayah rawan bencana dan modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi hujan. Sinergi TNI dan Polri juga terus dilakukan melalui patroli di desa-desa untuk mencegah dan mendeteksi secara dini potensi Karhutla.
Kegiatan penyuluhan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.
Kegiatan tersebut dinilai positif dan strategis dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman Karhutla. Kehadiran TNI, Polri, pemerintah kecamatan, para penghulu, MPA, dan masyarakat juga menunjukkan kuatnya sinergitas antarlembaga dan masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla.
Ke depan, pemantauan wilayah rawan Karhutla perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada lahan yang mudah terbakar maupun wilayah yang sulit dijangkau apabila terjadi kebakaran. Sosialisasi juga diharapkan terus dilaksanakan hingga tingkat desa, khususnya kepada masyarakat yang melakukan aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan.
Dengan penguatan koordinasi antara Koramil, Polsek, pemerintah kecamatan dan desa, MPA, serta masyarakat, potensi kebakaran diharapkan dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.












