Rohil (sekilas Riau) – Program Pelatihan dan Pengelolaan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi dan Sabun (MALIKA 2.0) resmi dilaksanakan di Aula Kepenghuluan Bangko Jaya, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA., MBA., Dandim 0321/Rohil yang diwakili Danramil 05/Rimba Melintang Kapten Inf Sudarwanto, Kapolsek Bangko Pusako AKP Tri Adiyatmika, S.H., Camat Bangko Pusako Azhar, S.Pd., Direktur Utama PT Patra Drilling Contractor (PDC) Fitra, Corporate Secretary PDC Ani Aryani, para penghulu, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta ibu-ibu PKK dari Kepenghuluan Bangko Jaya dan sekitarnya.
Program MALIKA 2.0 merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan PT Patra Drilling Contractor melalui pelatihan dan pendampingan pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah, khususnya lilin aromaterapi dan sabun.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sejumlah agenda, di antaranya pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, tari persembahan, pembacaan doa, sambutan Camat Bangko Pusako, sambutan Direktur Utama PDC, sambutan Wakil Bupati Rokan Hilir, penyerahan secara simbolis kepada Kepenghuluan Bangko Jaya, Bangko Permata dan Bangko Bakti, serta penyerahan perangkat program dari Direktur Utama PDC kepada Wakil Bupati Rokan Hilir.
Camat Bangko Pusako Azhar, S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, MALIKA 2.0 memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, pembinaan, pemasaran dan dukungan permodalan sehingga dapat berkembang menjadi usaha masyarakat yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Patra Drilling Contractor Fitra mengatakan bahwa MALIKA 2.0 merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program tersebut diawali dengan pelatihan dan pendampingan selama kurang lebih tiga bulan. Masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA., MBA., memberikan apresiasi kepada PT Patra Drilling Contractor dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam program tersebut.
Ia menilai program MALIKA 2.0 memiliki manfaat ganda, yakni membantu mengurangi limbah minyak jelantah sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai jual dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melihat peluang pembinaan, pengembangan produk, perizinan, pengemasan hingga pemasaran hasil produksi masyarakat.
Terpisah, saat dikonfirmasi awak media, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf M Ricky P.P.P.A.G.A., S. Hub. Int., M. H. I menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program MALIKA 2.0 yang dinilai sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kemandirian ekonomi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.
Dandim mengatakan bahwa pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk seperti lilin aromaterapi dan sabun merupakan langkah kreatif yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat terhadap lingkungan.
“Kami dari Kodim 0321/Rohil sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Program MALIKA 2.0 tidak hanya memberikan keterampilan kepada masyarakat, tetapi juga mengajarkan bagaimana sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujar Dandim.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, tetapi juga oleh keberlanjutan setelah program selesai.
“Kami berharap masyarakat yang sudah mendapatkan pelatihan dapat terus mengembangkan keterampilannya. Jangan sampai setelah kegiatan selesai, produksinya juga berhenti. Perlu ada pendampingan, pemasaran dan pengembangan usaha secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dandim juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan kepenghuluan, pihak perusahaan, Babinsa, serta masyarakat dalam mengawal pengembangan program tersebut.
“Kami siap mendukung upaya-upaya positif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi semua pihak sangat penting agar program seperti MALIKA 2.0 benar-benar memberikan dampak nyata, khususnya dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap produk hasil pelatihan nantinya dapat dikembangkan dengan memperhatikan kualitas, kemasan, legalitas dan strategi pemasaran sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami berharap produk yang dihasilkan nantinya bukan hanya untuk konsumsi lokal, tetapi bisa berkembang menjadi produk unggulan masyarakat Bangko Pusako dan Kabupaten Rokan Hilir,” pungkasnya.
Kegiatan peresmian Program MALIKA 2.0 selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.












