SEKILASRIAU.COM – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pesisir, Selasa (12/5/2026).
Salah satunya melalui penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi Kelompok Wanita Mundam Berseri untuk memperkuat layanan Posyandu dan mendukung upaya pencegahan stunting.
PLTS hybrid off grid berkapasitas 4,4 kiloWatt peak (kWp) lengkap dengan baterai berkapasitas 10 kWh itu telah terpasang di Posko Gizi Pesisir Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai sejak Juli 2025.
Fasilitas energi terbarukan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan listrik kebun hidroponik yang dikelola mandiri oleh Kelompok Wanita Mundam Berseri.
Hasil panen sayuran hidroponik selanjutnya digunakan untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat serta membantu operasional Posyandu Mundam Berseri.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan, penyediaan PLTS merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Program Posko Gizi Pesisir yang berada di bawah payung Program Serumpun Paman Bahri.
“Penyediaan PLTS ini menjadi bagian dari upaya Kilang Dumai dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, melalui pendekatan pemberdayaan komunitas yang terintegrasi dengan pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Rum.
Ia menjelaskan, program tersebut terinspirasi dari keberhasilan Posyandu Sehati di Kelurahan Tanjung Palas yang sebelumnya telah memberikan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Posyandu Sehati sendiri telah lebih dahulu didukung PLTS hybrid off grid berkapasitas 2,4 kWp dan mampu berkontribusi mereduksi emisi karbon hingga 3.120 ton CO2 per tahun.
Selain penyediaan PLTS, Kilang Dumai juga telah memberikan dukungan berupa instalasi kebun hidroponik kepada Kelompok Wanita Mundam Berseri pada akhir 2024.
Kebun hidroponik tersebut terdiri dari dua instalasi dengan total 300 lubang tanam yang membudidayakan berbagai jenis sayuran seperti pakcoy dan selada.
Pemanfaatan PLTS dinilai mampu membuat aktivitas budidaya berjalan lebih optimal, efisien, dan ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional.
Muhammad Rum menambahkan, pemasangan PLTS itu juga menjadi bagian dari implementasi Program Desa Energi Berdikari (DEB) 2025 yang diinisiasi PT Pertamina (Persero).
“Dengan adanya fasilitas PLTS, Kelompok Wanita Mundam Berseri kini dapat menghemat biaya listrik hingga sekitar Rp250 ribu per bulan,” jelasnya.
PLTS yang dimanfaatkan Kelompok Mundam Berseri juga menjadi instalasi PLTS keempat yang dibangun Kilang Dumai melalui sinergi bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).
Sebelumnya, tiga PLTS lain telah terpasang di Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Mundam untuk kelompok masyarakat lainnya.
Local hero Kelompok Wanita Mundam Berseri, Fiola Oktaviani mengaku keberadaan PLTS sangat membantu kelompoknya dalam menjalankan budidaya hidroponik sebagai bagian dari penguatan upaya pengentasan stunting di wilayah pesisir.
“Adanya PLTS ini sangat membantu kami menekan biaya listrik untuk kegiatan budidaya hidroponik. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, kami bisa lebih fokus menjaga kualitas sayur yang hasil penjualannya untuk mendukung operasional posyandu,” ujarnya.
Menurutnya, selain membantu penghematan biaya, keberadaan PLTS juga membuat masyarakat mulai memahami pemanfaatan energi ramah lingkungan dan mampu mengoperasikannya secara mandiri.
Komitmen Kilang Dumai dalam pemberdayaan masyarakat pesisir turut mendapat apresiasi dari Lurah Mundam, Adi Aprianto. Ia menilai kehadiran PLTS tidak hanya mendukung efisiensi energi, namun juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga RU Dumai berharap keberadaan PLTS dan kebun hidroponik Posyandu Mundam Berseri dapat memperkuat upaya pencegahan stunting di kawasan pesisir sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Selain itu, inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkenalkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060. ***
Editor: Redaksi












