Tiga Perwakilan Citimall Dumai Datangi Gedung LAMR, MKA Sampaikan Petuah soal Adab Melayu

Tiga Perwakilan Citimall Dumai Datangi Gedung LAMR, MKA Sampaikan Petuah soal Adab Melayu
Foto pertemuan pihak Citimall Dumai dengan LAMR Dumai

SEKILASRIAU.COM – Tiga orang perwakilan Citimall Dumai dikabarkan mendatangi Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai di Jalan Putri Tujuh, Jumat (7/8/2026) pagi.

Kedatangan mereka diketahui berkaitan dengan surat jemputan LAMR Dumai terkait silaturahmi dan membahas video viral di media sosial terkait seorang pria berjoget di atrium yang dinilai tidak sesuai dengan adab dan nilai-nilai Melayu.

Kedatangan pihak Citimall Dumai itu dibenarkan oleh Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Dumai, Wan Akhyar Abizar.

“Yang datang dari pihak Citimall ada tiga orang, yakni Pak Nofri, Alan dan Br Siahan,” kata Wan Akhyar, saat dikonfirmasi Sekilas Riau.

Dikatakan Wan Akhyar, pihak Citimall Dumai menyampaikan kegiatan yang viral di media sosial itu digelar oleh Event Organizer (EO).

Penjelasan tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan antara pihak Citimall dan LAMR Dumai.

Meski demikian, LAMR menegaskan bahwa setiap kegiatan yang berlangsung di ruang publik, khususnya di wilayah Kota Dumai, tetap perlu memperhatikan nilai-nilai adat dan budaya Melayu.

Hal itu sejalan dengan petuah amanah Ketua MKA LAMR Dumai, Datuk H. Azhar Yazid, S.Pd.I, yang menekankan agar tindakan yang dinilai bertentangan dengan adab dan adat Melayu di ruang publik menjadi perhatian bersama.

“Hal-hal yang melanggar adab dan adat Melayu di muka umum wajib dicegah dan dihentikan,” ujar Wan Akhyar, menyampaikan petuah tersebut.

LAMR Dumai menilai persoalan tersebut perlu menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang menyelenggarakan kegiatan di ruang publik. Terlebih, setiap kegiatan saat ini dapat dengan mudah direkam dan disebarluaskan melalui media sosial hingga menjadi perhatian masyarakat luas.

Karena itu, LAMR Dumai mengingatkan agar pengelola maupun penyelenggara kegiatan tidak hanya memperhatikan aspek hiburan dan pelaksanaan acara, tetapi juga mempertimbangkan norma, adat serta budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Citimall Dumai diharapkan dapat memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

LAMR Dumai juga berencana memanggil pihak EO yang menyelenggarakan kegiatan serta pihak-pihak terkait lainnya untuk dimintai penjelasan lebih lanjut. (Red)