Berita  

Ringgit Melemah Picu Kenaikan Harga Sawit Riau

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di provinsi Riau sepekan ke depan yakni periode 15 – 21 Juli tahun 2020, mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengatakan bahwa jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun sebesar Rp 28,90/Kg atau mencapai 1,82 % dari harga minggu lalu.

“Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp 1.620,84 per kilogram,” ujar Defris Hatmaja, Rabu (15/7/2020).

Ia menjelaskan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

“Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data. Tercatat rata-rata kenaikan harga jual CPO mencapai Rp 116,23/Kg dan rata-rata kenaikan harga jual kernel mencapai Rp 42,06 per kilogram,” cakapnya.

Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 128,75/Kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 108,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 120,00/Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 110,78/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 113,60/Kg dari harga minggu lalu.

“Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp 22,73 per kilogram, Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 22,00 per kilogram, dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 81,45 dari harga minggu lalu,” sebutnya.

Sementara itu, lanjut Defris, dari faktor eksternal, kenaikan harga TBS periode ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak kedelai sebagai subtitusi CPO. Kenaikan ini mengakibatkan pembeli beralih ke CPO sehingga permintaan naik. Selain itu ekspor bulan Juni yang cukup tinggi mampu membuat stok minyak sawit menjadi berkurang.

“Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah pelemahan nilai mata uang ringgit di hadapan dollar AS. Ringgit menjadi mata uang di mana kontrak CPO ditransaksikan. Ketika ringgit melemah, harga CPO menjadi lebih murah terutama untuk pemegang mata uang lain yakni dolar AS, sehingga dapat mendongkrak permintaan,” tukasnya.

Berikut ini harga TBS kelapa sawit periode 15 sampai dengan 21 Juli 2020:

Umur 3th (Rp 1.195,80)

Umur 4th (Rp 1.295,20)
Umur 5th (Rp 1.415,44)
Umur 6th (Rp 1.449,41)
Umur 7th (Rp 1.505,87)
Umur 8th (Rp 1.547,41)
Umur 9th (Rp 1.583,77)
Umur 10th-20th (Rp 1.620,84)
Umur 21th (Rp 1.552,03)
Umur 22th (Rp 1.544,24)
Umur 23 th (Rp 1.537,75)
Umur 24 th (Rp 1.472,83)
Umur 25 th (Rp 1.437,12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *