Dumai Dinilai Tidak Kondusif, Tameng Adat LAMR Turun Orasi di Kantor KSOP

Dumai Dinilai Tidak Kondusif, Tameng Adat LAMR Turun Orasi di Kantor KSOP
Foto Panglima Tameng Adat LAMR Dumai (Baju Hitam) saat Orasi di Kantor KSOP Dumai

SEKILASRIAU.COMTameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai turut turun ke jalan dan menyampaikan orasi dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor KSOP Dumai, Kamis (19/6/2026).

Tameng Adat LAMR bergabung bersama massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Keadilan Kota Dumai.

Aksi tersebut juga diikuti oleh Lembaga Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB), KNPI Kota Dumai, serta sejumlah mahasiswa dan pemuda.

Dalam orasinya, Panglima Tameng Adat LAMR Kota Dumai, Tengku Dedek Iskandar, menegaskan kehadiran pihaknya bukan tanpa alasan.

Menurutnya, situasi Kota Dumai dalam beberapa pekan terakhir dinilai sudah tidak lagi kondusif akibat polemik TKBM yang tak kunjung menemukan titik penyelesaian.

“Perlu bapak ketahui, kami Tameng Adat sebagai perisai negeri dan payung negeri. Dalam beberapa minggu ini kami melihat dan memantau, Dumai sudah tidak aman dan baik-baik saja. Jiwa kami terpanggil sebagai perisai negeri,” ujar Tengku Dedek saat berorasi di hadapan massa aksi.

Ia menilai persoalan yang berkembang saat ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, Tameng Adat merasa perlu ikut bersuara demi menjaga stabilitas dan persatuan di Kota Dumai.

Dalam kesempatan tersebut, Tengku Dedek juga menyinggung langkah yang diambil Wali Kota Dumai, Paisal, yang sebelumnya turun langsung menemui massa aksi terkait persoalan TKBM.

Dikatakannya lagi, keputusan tersebut merupakan bentuk keberanian seorang pemimpin dalam mencari solusi atas persoalan yang berpotensi memicu konflik sosial di daerah.

“Bapak Wali Kota Dumai adalah Datuk Seri Setia Amanah yang telah dinobatkan oleh lembaga adat negeri. Apa yang telah dilakukan beliau kami rasa sangat bagus dan bijaksana. Sebagai pemimpin negeri harus berani menjadi penyelesai masalah yang ada di negeri itu,” katanya.

Ia juga menanggapi pernyataan Kepala KSOP Dumai, Diaz, yang katanya berpegang pada regulasi dalam menyikapi persoalan TKBM.

Dedek menilai, selain aturan, seorang pemimpin juga harus mempertimbangkan aspek kebijakan demi menjaga ketenteraman masyarakat.

“Mungkin Pak Diaz tegak pada regulasi yang beliau sampaikan. Tapi dalam aturan ada yang namanya kebijakan. Sebagai pemimpin itulah yang telah dilakukan Bapak H. Paisal. Beliau berani mengambil kebijakan agar tidak terjadi perpecahan dan ketidak kondusifan di daerah Dumai ini,” lanjutnya.

Ditambahkannya, langkah Wali Kota Dumai turun langsung ke tengah massa merupakan bentuk kepedulian terhadap situasi yang berkembang, meski setelahnya menuai berbagai kritik hingga laporan dari sejumlah pihak.

Aksi di depan Kantor KSOP Dumai berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa secara bergantian menyampaikan aspirasi dan meminta agar polemik TKBM segera diselesaikan demi menjaga keamanan, ketertiban, serta iklim investasi di Kota Dumai.

Sebelum ke KSOP, massa terlebih dahulu duluan menyampaikan pendapat di muka umum di Polres Dumai. (Red)