Rohil (sekilas Riau) – Kirab Replika Tongkang Event Nasional Bakar Tongkang 2026 digelar meriah, Selasa (30/6/2026) pukul 16.20 WIB. Ribuan masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi tumpah ruah mengiringi replika tongkang simbolis menyusuri jalan utama kota, dari Jalan Aman hingga finis di Kelenteng Ing Hok King.
Acara selesai pukul 18.00 WIB aman dan kondusif. Kirab ini menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian inti sebelum arak tongkang kayu dan pembakaran tongkang.
Kirab replika kapal tongkang dihadiri tamu penting diantaranya Letjen TNI Purn. Dodik Wijanarko S.H. CFr.A, Mantan Danpuspomad, Brigjen Sain Mustain S.H, M.M, M.H, Staf Khusus KSAD, Kolonel CPM Yudi Wahyudi S.I.P, Danpomdam XIX/Tuanku Tambusai, Letkol Inf. Diki Apriyadi S.Hub.Int, Dandim 0321/Rohil, Letkol CPM Venda Kristian Barus, Dandenpom I/3, tokoh Masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi Sugianto alias Raja Baut beserta istri, pengurus Yayasan Swastika dan sekitar seribuan warga Tionghoa Bagansiapi
Kehadiran Dandim 0321/Rohil bersama jajaran Polisi Militer menegaskan komitmen TNI menjaga kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian event budaya berskala nasional.
Rangkaian kirab diawali prosesi sakral, penjemputan Dewa Kie Ong Ya atau Dewa Penjaga dari lokasi pembakaran tongkang di Jln. Kopi Baik-Baik. Prosesi ditandai sembahyang dan pembakaran kertas sembahyang Kim Chua sebagai permohonan restu agar event berjalan lancar, aman, dan membawa berkah.
Usai ritual, rombongan bergerak ke Jln. Aman untuk mengeluarkan replika tongkang simbolis dari tempat pembuatannya. Tongkang kemudian dikirab melewati Jln. Aman – Jln. Merdeka – Jln. Sentosa, dan berakhir di Kelenteng Ing Hok King Jln. Kelenteng. Titik ini menjadi gerbang masuk rangkaian puncak perayaan Bakar Tongkang 2026.
Panitia menyebut kirab sebagai bagian awal yang sarat nilai historis, budaya, dan religius bagi masyarakat Tionghoa Bagansiapi. “Ini tanda dimulainya tahapan utama. Setelah ini kita masuk arak replika tongkang kayu dan puncak pembakaran tongkang,” ujar pengurus Yayasan Swastika.
Antusiasme ribuan warga yang turun ke jalan juga memperkuat posisi Bakar Tongkang sebagai agenda budaya dan pariwisata unggulan Rohil yang mampu menarik perhatian nasional.
Dengan puncaknya besok diprediksi dihadiri massa jauh lebih besar, potensi kepadatan lalu lintas, kemacetan, hingga gangguan kamtibmas meningkat.
Untuk itu, TNI, Polri, dan Pemda sepakat meningkatkan patroli terbuka dan tertutup. Pengamanan difokuskan di jalur kirab, lokasi parkir, pusat keramaian, tempat ibadah, penginapan, dan titik rawan kejahatan.
“Sinergitas TNI, Polri, Pemda, panitia, dan masyarakat harus terus dikuatkan. Target kita: Bakar Tongkang 2026 aman, lancar, sukses, dan tetap menjunjung nilai toleransi khas Bagansiapiapi,” tegas Dandim 0321/Rohil Letkol Inf. Diki Apriyadi.












