Tak Kenal Hari Libur, Tim Mabes TNI Terus Berikan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Bangko Pusako

Rohil (sekilas Riau) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan secara masif. Bahkan pada hari libur, Tim Mabes TNI tetap turun ke wilayah untuk memberikan edukasi dan memperkuat sinergi bersama pemerintah serta masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Hal tersebut terlihat saat Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pencegahan Karhutla di Kantor Camat Bangko Pusako, Jalan Anas Ma’mun, Kelurahan Bangko Kanan, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB tersebut dihadiri Camat Bangko Pusako Azhar, S.Pd., Danramil 05/RM Kapten Inf Sudarwanto, perwakilan Kapolsek Bangko Pusako Ipda Samsul, para Datuk Penghulu se-Kecamatan Bangko Pusako, Ketua LAM Kecamatan Bangko Pusako, serta 76 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pengusaha, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, S.E., M.A., bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla.), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Selanjutnya, Camat Bangko Pusako Azhar, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Mabes TNI yang telah hadir memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Menurutnya, penyuluhan tersebut sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh elemen masyarakat mengenai bahaya Karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Bangko Pusako.

“Permasalahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, pemerintah kepenghuluan, perusahaan, MPA dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Camat dalam sambutannya.

Ia juga mengimbau para Datuk Penghulu untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun indikasi terjadinya kebakaran.

Kepada pihak perusahaan, Camat meminta agar turut berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas matra yang melibatkan berbagai unsur terkait sebagai bagian dari upaya mendukung pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Ia menyampaikan bahwa Tim Mabes TNI juga melaksanakan pengecekan dan pemantauan langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan situasi Karhutla secara nyata.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan pengecekan dan pemantauan Karhutla telah dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu. Dari kegiatan tersebut, respons positif diperoleh dari berbagai pihak.

Kolonel Aris menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan komunikasi seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla. Pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kepenghuluan, perusahaan dan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Mabes TNI melalui Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla.), memberikan pemahaman kepada peserta mengenai dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian hingga aktivitas sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Apabila ditemukan indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melakukan pelaporan agar dapat dilakukan penanganan secara cepat sehingga api tidak meluas.

“Diperlukan kesiapsiagaan seluruh unsur, terutama di wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya pembakaran lahan maupun titik api,” disampaikan dalam penyuluhan tersebut.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kepenghuluan, perusahaan, MPA dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Selain penyuluhan, perhatian juga diarahkan pada sejumlah tantangan di lapangan, seperti jarak tempuh menuju lokasi rawan Karhutla, kondisi akses jalan serta koordinasi dengan pemilik lahan. Hal tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama guna meningkatkan efektivitas deteksi dini dan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kepenghuluan bersama unsur terkait diharapkan terus meningkatkan sosialisasi mengenai larangan pembakaran lahan serta mekanisme pelaporan apabila ditemukan titik api.

Pihak perusahaan yang memiliki lahan yang berpotensi rawan Karhutla juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana pemadaman serta melakukan pemantauan secara berkala.

Kegiatan penyuluhan dan pencegahan Karhutla selesai pada pukul 13.50 WIB dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Kehadiran Tim Mabes TNI di Kecamatan Bangko Pusako pada hari Minggu menunjukkan bahwa upaya pencegahan Karhutla tidak mengenal hari libur. Sinergi, edukasi dan kesiapsiagaan terus dilakukan sebagai langkah nyata untuk menekan potensi Karhutla serta menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.